25.9 C
Pangkalpinang
31 March,2020
  • Nasional

Pelaku Bisnis Tol Laut Desak Pemerintah Untuk Evaluasi Program Terkait

Kudu Baca

Susunan Kabinet Baru Jokowi: ‘Kerja jangan Korupsi, Tidak Serius Saya Copot Di Jalan!”

Presiden Joko Widodo mengumumkan Kabinet Indonesia Maju dengan meminta kabinetnya untuk bekerja keras, 'jangan korupsi, menciptakan sistem yang menutup...

Hai Para Penghina Tuna Asmara, Emang Salah Apa Kami Rupanya?

Kami sudah merasa begitu lelah melihat di media sosial bagaimana kalian menghina kami. Satir-satir yang kalian lancarkan untuk kami, membuat...

Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf: 6 Dari 11 Posisi Ekonomi Dipegang Politisi

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan formasi kabinet baru periode kedua yang diberi nama Kabinet Indonesia Maju. Tim ekonomi mengalami...
si Budu
saya mah ikut katanya aja. Katanya, iya... hayouuu'!

Kalangan Pelaku Bisnis Tol Laut mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi program tersebut, terutama untuk wilayah luar Jawa seperti di Papua. Pasalnya, pelaksanaannya di lapangan, kini dinilai sudah tidak sejalan lagi dengan tujuan awal.

Berbagai persoalan terkait pelaksanaan program tol laut belakangan mengemuka, mulai dari perbedaan penetapan tarif tol laut oleh perusahaan pelayaran dan ekspedisi, hingga masalah transparansi ketersedian slot. Hal itu, semakin menguatkan alasan Pelaku Bisnis Tol Laut untuk segera dilakukan evaluasi. Apalagi, sampai sekarang program tol laut dinilai belum juga berhasil mengurangi kesenjangan harga komoditas barang terutama kebutuhan sembako di wilayah luar Jawa, meskipun sudah berjalan sejak 2016.

Pelaku Bisnis Tol Laut asal Surabaya, Budi Alfian, menilai, tarif tol laut untuk pengiriman barang sembako miliknya ke Papua melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tujuan Pelabuhan Agats dan Pelabuhan Fak Fak di Papua terlalu tinggi.

“Tarif tol laut seharusnya lebih murah ketimbang tarif reguler, karena disubsidi oleh pemerintah.Namun, nyatanya tarif tol di pelabuhan-pelabuhan tersebut sangat tinggi. Harga barang yang dikirim ke Papua juga relatif tidak mengalami perubahan yang berarti,” kata Alfian seperti dilansir Investor Daily, di Surabaya, Minggu (22/9/2019).

Selain biaya yang mahal, lanjut Alfian, untuk mendapatkan jatah kapal tol laut juga tidak gampang. Setiap kali ditanya tentang jatah kapal laut selalu dijawab oleh perusahaan ekspedisi dan pelayaran sudah penuh. Sebagai pelaku bisnis, Alfian mengaku tidak bisa berbuat banyak ketika tidak ada pilihan lain dalam logistik pengiriman, yang lebih ekonomis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Rampai Aktual

Susunan Kabinet Baru Jokowi: ‘Kerja jangan Korupsi, Tidak Serius Saya Copot Di Jalan!”

Presiden Joko Widodo mengumumkan Kabinet Indonesia Maju dengan meminta kabinetnya untuk bekerja keras, 'jangan korupsi, menciptakan sistem yang menutup...

Hai Para Penghina Tuna Asmara, Emang Salah Apa Kami Rupanya?

Kami sudah merasa begitu lelah melihat di media sosial bagaimana kalian menghina kami. Satir-satir yang kalian lancarkan untuk kami, membuat kami merasa perlu menjawab semua...

Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf: 6 Dari 11 Posisi Ekonomi Dipegang Politisi

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan formasi kabinet baru periode kedua yang diberi nama Kabinet Indonesia Maju. Tim ekonomi mengalami banyak perombakan. Dari 11 menteri...

Pernikahan Itu Bukan Perkara Adu Cepat, Bung. Tapi Masalah Siapa Siap!

Percuma jika pernikahan pakai acara buru-buru dan mengorbankan mimpi-mimpi. Apalagi kalau menikah dengan alasan yang salah, atau terburu-buru hingga akhirnya menikah di waktu yang kurang...

Kali Pertama Pelaksanaan Upacara Hari Santri Nasional Kota Pangkalpinang

22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional, sejak dicetus Presiden Joko Widodo tahun 2015 lalu. Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk pertama kalinya melaksanakan upacara hari santri nasional di...

Coba nyang ini . . .